Minggu, 19 Oktober 2014

LAPORAN NERACA

Neraca (akuntansi)


Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanancaturwulanan, atau tahunan).


Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan di dalam neraca:
  • Perusahaan menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dankewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam PSAK khusus. Aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.
  • Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah setiap aset yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.
  • Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang digunakan untuk operasi jangka panjang.

Contoh neraca

Contoh Neraca Perusahaan
AktivaKewajiban dan Ekuitas
Kas6.600.000,-Kewajiban
Piutang6.200.000,-Hutang Jangka Pendek10.000.000,-
Persediaan 10.000.000,-Hutang Jangka Panjang 5.000.000,-
Total Aktiva Lancar 22.800.000,-Total Kewajiban15.000.000,-
Aktiva TetapEkuitas
Tanah 10.000.000,-Barang Persediaan20.000.000,-
Bangunan 10.000.000,-Laba Tidak Dibagi7.800.000,-
Total Aktiva Tetap 20.000.000,-total Ekuitas27.800.000,-
Total42.800.000,-Total

LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
  • Pendapatan dari penjualan
    • Dikurangi Beban pokok penjualan
  • Laba/rugi kotor
    • Dikurangi Beban usaha
  • Laba/rugi usaha
    • Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
  • Laba/rugi sebelum pajak
    • Dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi bersih

                       - LAPORAN LABA RUGI -±
                          per 31 Desember 
                                            
 Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000
 Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Kotor                                                74.980.000
 Biaya Operasional:
 - Biaya Pemasaran                      Rp.                 5.000.000
 - Biaya Administrasi & Umum            Rp.                 1.250.000
                                                           ---------- (+)
                                                            6.250.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Usaha                             Rp.                68.740.000
 Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000
                                                           ---------- (+)
 Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000
 Bunga                                  Rp.                   199.000
                                                           ---------- (+)
 Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000
 Pajak                                  Rp.                 1.275.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Bersih                            Rp.                67.789.000
                                                           ==========

AYAT JURNAL PENYESUAIAN

Ayat Jurnal Penyesuaian


Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.
Penyesuaian tidak berarti pembetulan dari kesalahan yang terjadi, karena setiap kesalah pada komputer akuntansi dapat langsung dilakukan pada record yang diketahui salah. Penyesuaian merupakan hal yang penting pada sistem periodical system yang dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan. Perpetual system sesungguhnya tetap membutuhkan penyesuaian hanya saja dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan, sehingga banyak yang mengatakan dalam perpetual system tidak dibutuhkan penyesuaian.
Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian
 pada akhir periode akuntansi adalah :
  • Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
  • Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
  • Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
  • Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
  • Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
  • Taksiran piutang tak tertagih
Contoh:
Bila kita merima pesanan (Purchase Order) suatu barang dari customer, dengan menerima pembayaran dimuka sesuai aturan tertentu yang ditetapkan misalnya 50%. Cash yang kita terima tersebut adalah bagian dari hutang kita terhadap bayer sejumlah cash yang kita terima. Utang tersebut biasanya dibukukan pada rekening “Pendapatan diterima dimuka”. Pada saat barang yang dipesan sudah kita penuhi bagian piutang akan mencatat sejumlah total invoice padahal piutang seharusnya adalah sebesar 50% dan pedapatan diterima dimuka seharus menjadi 0 (Nol). Pada saat ini diperlukan jurnal memorial untuk menghapus pembayaran dimuka dengan mendebet hutang(pendapat diterima dikumka)  dan mengkredit piutang. Dalam kasus ini kami membuat memorial kredit yang secara automatis membuat ayat jurnal memorial yang mengkredit piutang dan mendebet penadapan diterima dimuka.
Dalam menangani Jurnal Penyesuaian Saya menggunakan 3 form elektronik :
  • Memorial Debet : Form untuk membuat memorial yang secara automatis akan mengupdate buku utang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Hutang Dagang dan mengktedit biaya dibayar dimuka.  (terhubung ke data supplier)
  • Memorial Kredit  :  Form untuk membuat memorial debet yag secara utomatis mengupdate buku piutang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Pendapatan diterima dimuka dan mengktedit Piutang Dagang. (terhubung ke data customer)
  • Serba serbi : Form ini tidak terhubung dengan buku transaksi contoh : penyesuaian persediaan.
Prosedure pembuatan ayat penyesuaian
PERSEDIAAN BARANG DAGANG
memakai perkiraan harga pokok (cost of good sold)
Harga pokok penjualanRp.x.xxx 
      Persediaan barang dagang (awal) Rp.x.xxx
Harga pokok penjualanRp.x.xxx 
      Pembelian Rp.x.xxx
Harga pokok penjualanRp.x.xxx 
      Ongkos angkut pembelian Rp.x.xxx
Persediaan barang dagang  (akhir)Rp.x.xxx 
      Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
Pembelian retur & potongan hargaRp.x.xxx 
      Harga pokok penjualan Rp.x.xxx
Memakai perkiraan Ikhtisar Laba Rugi
Ikhtisar Laba RugiRp.x.xxx 
     Persediaan barang dagang awal Rp.x.xxx
Persediaan Barang dagang akhirRp.x.xxx 
     Ikhtisar Laba Rugi Rp.x.xxx
PERSEDIAAN AKHIR
JIKA SALDO SEMENTARA <  STOCK OPNAME
Persediaan/barang dalam proses
Rp.x.xxx
 
Koreksi pemakaian bahan 
Rp.x.xxx
JIKA SALDO SEMENTARA > STOCK OPNAME
Koreksi pemakaian bahan
Rp.x.xxx
 
Persediaan/barang dalam proses  
Rp.x.xxx

BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya dibayar di muka
Biaya ….Rp.x.xxx 
     …… dibayar di muka Rp.x.xxx
 Bila saat pembayaran dibukukan sebagai biaya
…… dibayar di mukaRp.x.xxx 
       Biaya …. Rp.x.xxx

PENGHASILAN DITERIMA DIMUKA
Bila saat penerimaan dicatat sebagai utang
…….  Diterima dimukaRp.x.xxx 
         Pendapatan ……. Rp.x.xxx
 bila saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan
Pendapatan …………..Rp.x.xxx 
      Diterima dimuka Rp.x.xxx
 Piutang penghasilan
Penghasilan ymh diterimaRp.x.xxx 
      Pendapatan Rp.x.xxx

BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Biaya …..Rp.x.xxx 
      …… biaya ymh dibayar Rp.x.xxx

PENYUSUTAN AKTIVA TETAP
Biaya penyusutanRp.x.xxx 
      Akumulasi penyusutan Rp.x.xxx
PIUTANG DIRAGUKAN (TIDAK SEHAT)

PEMBAGIAN LABA
A. PADA WAKTU DITETAPKAN
Debet- Sisa Laba Rugi
Rp.x.xxx
 
Kredit- Laba dibagi 
Rp.x.xxx
B. PADA WAKTU DIBAYAR
Debet- Laba dibagi
Rp.x.xxx
 
Kredit- Kas atau bank 
Rp.x.xxx

AKUNTANSI KEUANGAN

A. Sejarah Akuntansi


Sejarah akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat

Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo {Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keepingf).

Sejarah Akuntansi dari abad ke abad


Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi, pusat per­dagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.
Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan Ameri­can Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.
Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.
Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang mem­buka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan.
Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami perkem­bangan yang pesat.
Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di Indonesia. Di satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak lain* sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.
Dualisme tersebut juga berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akun­tansi untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem Amerika.


B. Pelatihan Akuntansi Keuangan

Pelatihan Akuntansi Keuangan adalah penggabungan dari pelatihan Dasar-Dasar Akuntansi (DDA) dan Akuntansi Keuangan Menengah (AKM) yang di adakan oleh PPA FEUI di tahun-tahun sebelumnya.
Tujuan penggabungan pelatihan ini adalah agar peserta pelatihan memperoleh pengetahuan dan kemampuan akuntansi mulai dari penyusunan laporan keuangan sampai dengan perlakuan akuntansi atas akun-akun yang ada di laporan keuangan.
Materi pelatihan akuntansi keuangan adalah gabungan dari materi materi terdahulu diberikan di pelatihan DDA dan AKM. Peserta boleh memilih hanya mengikuti materi DDA atau AKM saja.
Selain itu, pelatihan ini juga diikuti tidak hanya oleh staf akuntansi, tapi juga pengacara, dokter, pengusaha UKM.

C. Tujuan Pelatihan Akuntansi Keuangan

Pelatihan Akuntansi Keuangan dan Komputer Akuntansi dibuat berjenjang yang memungkinkan dihasilkannya lulusan yang mampu menyusun laporan keuangan perusahaan secara manual maupun terkomputerisasi.
Selain itu, lulusan dari pelatihan ini diharapkan memahami perlakuan dan metode akuntansi yang diperlukan untuk mencatat transaksi yang terjadi di perusahaan.
Pelatihan Akuntansi Keuangan berjenjang ini juga membuat lulusannya mampu melakukan analisa laporan keuangan.


Secara garis besar materi Akuntansi Keuangan antara lain:
  • Persamaan Akuntansi
  • Jurnal+Posting+Neraca Saldo
  • AJP+Laporan Keuangan+Closing
  • Jurnal Penjualan dan Penerimaan Kas
  • Jurnal Pembelian dan Pengeluaran Kas
  • Review Siklus Akuntansi
  • Akuntansi kas dan bank
  • Akuntansi Piutang dan Wesel Tagih
  • Akuntansi Persediaan
  • Akuntansi Aset Tetap
  • Liabilitas Lancar & Liabilitas jangka panjang
  • Saham dan Saldo Laba
  • Laporan Arus Kas
  • Analisa Laporan Keuangan
Setiap sesi pelatihan akan dilaksanakan dengan Metode OLU, yaitu:
  • Orientasi,   pengenalan  konsep  dan  teori  oleh pengajar dengan metode pengajaran didepan kelas.
  • Latihan, dalam sesi ini  peserta akan diberikan beberapa soal yang relevan dengan topik yang dibahas instruktur. Peserta yang harus aktif dan instruktur hanya sebagai fasilitator.
  • Umpan balik, setelah peserta mengerjakan latihan yang diberikan, maka instruktur akan membahasnya di kelas. Peserta dapat melihat kesalahan yang dibuat sehingga akan memberikan pemahaman yang baik tentang konsep yang diajarkan.


Pengertian akuntansi, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memang sangatlah berbeda, bisa dikatakan bahwa pengertian tersebut merupakan siklus atau rantai yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya yang tidak bisa dipisahkan. Di dalam akuntansi keuangan rumah sakit agar keuangan suatu rumah sakit dapat berjalan dengan lancar maka siklus tersebut harus berjalan dengan baik.

Sebagai proses awal, terlebih dahulu harus mengetahui definisi akuntansi, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen dengan tepat, sehingga akan dapat membantu mencapai pemahaman yang memuaskan.

1. Pengertian akuntansi Akuntansi adalah proses pencatatan, perhitungan, pengidentifikasian, mengukur dan melepaskan informasi ekonomi dalam suatu instansi / perusahaan sehingga dimungkinkan
adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Penggunaan akuntansi yang efektif akan merupakan salah satu cara melakukan manajemen keuangan yang efektif.

2. Pengertian akuntansi keuangan Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang terutama menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan pada pihak-pihak luar, seperti pajak, pemegang saham, dan lain-lain. Contoh laporan keuangan adalah: 1. Neraca 2. Laporan laba rugi 3. Laporan perubahan modal

3. Pengertian akuntansi manajemen Akuntansi manajemen adalah laporan keuangan yang disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh pihak manajemen untuk perencanaan dan pengendalian kegiatan operasional serta perhitunagn biaya.
Contoh:
1. Penerimaan per kegiatan pelayanan
2. Laporan piutang, laporan kas dan sebagainya

“Sekilas pengertian tentang akuntansi, akuntansi keunangan dan akuntansi manajemen, semoga dapat
bermanfaat.”


D. ARTI PENTING AKUNTANSI
Sepanjang perekonomian menggunakan uang (Money) sebagai alat pembayaran maka peran akuntansi selalu krusial karena akuntansi mencatat peristiwa bisnis m \yang bersifat keuangan. Penjualan barang dagangan, pembayaran gaji, dan pembelian kredit merupakan contoh peristiwa

bisnis yang dicatat akuntansi.

Dalam berbagai aktivitas kehidupan kita sangat bergantung pada keandalan akuntansi. Misalnya, ketika kita melakukan pengambilan uang tunai di ATM (anjungan tunai mandiri) maka sebenarnya kita memerintahkan bank melakukan pencatatan akuntansi. Pengambilan uang tunai tersebut menyebabkan uang tunai di bank berkurang, dan saldo rekening kita di bank juga berkurang sebesar nilai rupiah yang kita sebutkan., apa yang terjadi jika bank mengurangi saldo rekening kita lebih banyak dibanding dengan jumlah rupiah yang kita terima? Kita tentu akan menanyakan permasalahan tersebut ke bank, dan segera menutup rekening

kita karena hal tersebut mencerminkan bahwa akuntansi bank tersebut tidak dapat diandalkan. Bagi organisasi pemerintahan akuntansi dapat mencegah dan mendeteksi tindak kejahatan korupsi maupun penyalahgunaan uang rakyat. koruptor tidak mau menerima uang suap[ melalui transfer bank karena peristiwa tersebut akan terekam di akuntansi bank yang menjadi pihak pemberantas korupsi secara mudah menelusuri aliran dana yang dikorupsi. Organisasi bisnis yang disebut perusahaan bahkan menggunakan akuntansi sebagai bahasa untuk memperlancar kegiatan operasional, membuat keputusan bisnis, maupun untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas manajer. Akuntansi juga lazim digunakan untuk membandingkan prestasi kerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Oleh karena itu perusahaan menggunakan akuntansi sebagai bahasa bisnis (Accounting is the business language). singkat kata, akuntansi ada di mana mana dan bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari baik bagi individu maupun bagi organisasi.


E. KEGUNAAN AKUNTANSI KEUANGAN

Semua orang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. Untuk menyerderhanakannya dapat dibagi menjadi pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan.

a. Bagi Pihak Internal

    Akuntansi berguna untuk mencapai tujuan-tujuan berikut :
  1. Menyusun rencana kerja yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tahap berikutnya.
  2. Pengendalian, berdasarkan rencana dan penerapan sistem akuntansi yang baik, dapat dikontrol atau dinilai jalannya perusahaan.
  3. Pertanggungjawaban, setelah diadakan pencatatan terhadap semua transaksi dan kejadian, pada akhir periode disusun laporan keuangan untuk disampaikan kepada pemilik atau pihak eksternal lain untuk mendapatkan penilaian.

b. Bagi Pihak Eksternal Akuntansi digunakan untuk sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan ekonomi bagi pihak yang memerlukan.


F. FUNGSI AKUNTANSI KEUANGAN


 Fungsi /kegunaan Akuntansi secara umum
1. Untuk mengetahui informasi yang berguna bagi manajemen.
2. Untuk menghitung laba atau rugi yang dicapai oleh perusahaan.
3. Untuk membantu menetapkan hak masing-masing pihak yang berkepentingan dalam
perusahaan. Baik pihak intern maupun ekstern.
4. Untuk mengendalikan atau mengawasi aktivitas-aktivitas yang dimiliki perusahaan.
5. Untuk Menunjukkan hal- hal yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam mencapai target
yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Fungsi utama akuntansi :
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari
laporan kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di
dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk
membantu membuat keputusan suatu organisasi.
G. LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
  • Pendapatan dari penjualan
    • Dikurangi Beban pokok penjualan
  • Laba/rugi kotor
    • Dikurangi Beban usaha
  • Laba/rugi usaha
    • Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
  • Laba/rugi sebelum pajak
    • Dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi bersih

                       - LAPORAN LABA RUGI -±
                          per 31 Desember 
                                            
 Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000
 Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Kotor                                                74.980.000
 Biaya Operasional:
 - Biaya Pemasaran                      Rp.                 5.000.000
 - Biaya Administrasi & Umum            Rp.                 1.250.000
                                                           ---------- (+)
                                                            6.250.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Usaha                             Rp.                68.740.000
 Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000
                                                           ---------- (+)
 Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000
 Bunga                                  Rp.                   199.000
                                                           ---------- (+)
 Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000
 Pajak                                  Rp.                 1.275.000
                                                           ---------- (-)
 Laba Bersih                            Rp.                67.789.000
                                                           ==========